- Panglima yang Pantang Menyerah (Warlord Who Never Surrendered)
Petta Ponggawae dikenal dengan prinsip teguh untuk tidak pernah menyerah kepada penjajah Belanda. Meskipun Belanda memiliki persenjataan yang lebih modern, ia memilih untuk terus bergerilya daripada tunduk. - Memegang Teguh Pantangan Mundur
Dalam pertempuran, Petta Ponggawae dikenal memiliki prinsip "tidak mundur" (pantangan mundur) yang dipegang teguh. Hal ini menjadikannya simbol keberanian dan kehormatan militer dalam sejarah perjuangan rakyat Bone. - Gugur dalam Pangkuan Pejuang
Kisah akhir perjuangannya sangat emosional, di mana beliau gugur dalam keadaan memegang teguh prinsipnya dan wafat di pangkuan salah seorang pengikutnya (Baso Abdul Hamid), menandakan kesetiaan dan perjuangan hingga titik darah penghabisan.