3 hal menarik tentang kisah pettta ponggawae di bone yaitu
1.petta Ponggawae menunjukkan kecerdasan strategis dalam memimpin perlawanan terhadap Belanda. Ia membagi pertahanan Kerajaan Bone menjadi tiga wilayah utama: Bajoe sebagai pusat pertempuran, Balannipa sebagai pusat penyerangan, dan Gunung Awo Tanah Toraja sebagai pusat pengungsian/pertahanan terakhir.
2.menariknya sebelum turun ke medan perang, Petta Ponggawae tidak pernah melupakan adab. Ia selalu menghadap dan meminta doa restu dari ayahandanya, La Pawawoi Karaeng Segeri, Raja Bone, bersama para bangsawan dan panglima perang lainnya.
3.perjuangan Petta Ponggawae sampai kepuncaknya ketika ia dan ayahnya dikepung oleh Belanda di Pegunungan Awo, Tana Toraja, pada 8 November 1905. Meskipun terdesak dan akhirnya tertangkap, perlawanan gigihnya di Awo menjadi catatan sejarah tentang kegagalan Belanda untuk menundukkan Bone dengan mudah.
2.menariknya sebelum turun ke medan perang, Petta Ponggawae tidak pernah melupakan adab. Ia selalu menghadap dan meminta doa restu dari ayahandanya, La Pawawoi Karaeng Segeri, Raja Bone, bersama para bangsawan dan panglima perang lainnya.
3.perjuangan Petta Ponggawae sampai kepuncaknya ketika ia dan ayahnya dikepung oleh Belanda di Pegunungan Awo, Tana Toraja, pada 8 November 1905. Meskipun terdesak dan akhirnya tertangkap, perlawanan gigihnya di Awo menjadi catatan sejarah tentang kegagalan Belanda untuk menundukkan Bone dengan mudah.